9.07.2010

Bahaya tidak menyambut seruan jihad

Kemuliaan dan kedudukan jihad di sisi Alloh ta'ala tidak diragukan lagi. Orang beriman lagi berakal yang selalu membaca al-Qur'an dan as-Sunnah pasti mengetahuinya. Jihad adalah ibadah yang agung. Jantung pengembalian khilafah islamiyah. Jalan perubahan melawan penindasan. Pengawal tegaknya kitabulloh dan sunnah Rosul-Nya sebagai landasan hukum.
Segala pengorbanan dalam jihad tujuannya adalah kemenangan dan syahadah. Rasa takut, sakit, luka, pengorbann harta dan jiwa tidaklah setara dengan besarnya manfaat yang akan diraih melalui jelan jihad bagi ummat secara umum dan tegaknya kalimatulloh.
Sedangkan keburukan dan bahaya meninggalkan jihad adalah gerbang penindasan besar-besaran terhadap hukum Alloh ta'ala. Darah suci kaum muslimin tidak berharga lagi tak bernilai. Jati diri islam dan pemeluknya ternodai. Bahkan lebih dari itu, orang-orang kafir dan munafiq akan sangat leluasa merekrut kaum muslimin yang lemah iman dan ilmunya menuju kekafiran atau kebid'ahan. Pada akhirnya.. Tauhidulloh dan itiba ar-Rosul terlumuri dengan kotoran syirik, bid'ah sesat dan berbagai macam warna-warni kemaksiatan.
Seorang muslim hendaknya sadar akan realita pahit dan menyakitkan ini. Salah satu sebab utama adalah ketika jihad dikerdilkan. Memang, jihad adalah sesuatu yang tidak disukai oleh manusia yang selalu ingin hidup tenang nan nyaman. Akan tetapi, ketika jihad ditinggalkan, dikerdilkan, tidak digubris maka kerusakan dunia akherat sungguh sangat jauh lebih besar. padahal ketika genderang perang sudah dilantunkan maka hukum jihad menjadi fardu ain.
Alloh ta'ala telah menerangkan masalah ini dalam beberapa ayatnya:
1.Alloh ta'ala berfirman:" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. al-anfal 45) 
2. Dalam ayat yang lain Alloh berfirman:" Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (QS. al-anfal 15-16)
3. Alloh ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. 
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. at-Taubah 38-39)
Adapun rincian keadaan hukum jihad menjadi fardu ain sebagaimana dalam ayat-ayat di atas sebagai berikut:
1. Jika kedua pasukan sudah saling berhadapan
2. Jika sang imam/ amir negara islam memerintahkan suatu kaum untuk berngkat jihad
3. Jika musuh sudah menduduki suatu negri dari negri-negri kaum muslimin maka penduduk negri tersebut wajib berjihad.
Adapun perkataan ulama yang memperjelas masalah ini sebagai berikut:
1. Imam Abu bakr al-jashshos berkomentar:" Sudah menjadi suatu yang dimaklumi dalam aqidah seluruh kaum muslimin, apabila ahli tsugur - orang-orang yang berjaga didaerah perbatasan negri kaum muslimin - merasa takut terhadap musuh, mereka juga tidak mampu melakukan perlawanan, selanjutnya mereka juga merasa khawatir atas keselamatan jiwa, negri dan keturunan mereka. Maka, kewajian meluas kepada seluruh ummat untuk berangkat membantu ahli tsugur. Dalam hal ini tidak ada perbedaan di antara ummat ini. (ahkamul qur'an 4/312)
2. Imam Ibnu hazm berkata: Ijma' ummat islam mengatakan, bahwasannya apabila musuh telah menduduki negeri kita maka kita wajib melakukan perlawanan dan pembelaan diri. (al-Ihkam 4/491)
3. Imam al-Kasani dari madzhab hanafi berkata: Adapun jika an-Nafir (kewajiban berangkat jihad) itu berlaku secara menyeluruh lantaran musuh menyerang sebuah negara, ini hukumnya fardu ain bagi setiap individu kaum muslimin yang mempunyai kemampuan. (Bada-i ush shana-i 7/97)
4. Imam Ibnu abdil bar dari madzhab maliki berkata: Jihad adalah hukumnya fardu ain bagi setiap orang yang bisa melakukan perlawanan, berperang, dan memanggul senjata dari kalangan orang-orang yang sudah baligh dan merdeka. hal itu ketika musuh menyerang dan memerangi negara islam. (al-Kafi 1/205)
5. Imam an-nawawi dari madzhab syafi'i berkata: Sahabat-sahabat kita mengatakan: Jihad itu hari ini hukumnya fardu kifayah kecuali jika musuh menduduki sebuah negeri kaum muslimin maka ketika itu jihad hukumnya fardhu ain bagi mereka, maka orang-orang yang berada disekitar mereka wajib berjihad bersama mereka sampai jumlah mereka mencukupi. (Syarh shohih muslim 8/63)
6. Syaikhul islam ibnu taimiyah dari madzhab hanbali berkata: Jika musuh masuk negeri islam maka tidak ayal lagi wajib mengusirnya dari yang terdekat kemudian seterusnya. Karena negeri islam sema dengan satu negeri dan wajib berangkat ke sana tanpa ijin orang tua dan yang lain. (Majmu' alfatawa5/537)
 Saudara pembaca yang budiman..
Kondisi-kondisidi atas adalah kondisi genting. Oleh karenanya jihad menjadi fardu ain dan bahkan Alloh subahanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya telah menerangkan akan bahaya meninggalkan atau tidak menyambut seruan jihad. Hal ini menunjukan bahwa masalah ini adalah masalah besar. Bukan sekedar ditulis, dibicarakan tapi ini rentetan dari sebuah keimanan seseorang, yaitu: keyakinan teguh, ucapan dan amal perbuatan anggota badan.
Berikut ini beberapa nash al-Qur'an dan as-Sunnah yang menerangkan bahaya meninggalkan seruan amal ibadah jihad:
1. Mendapatkan adzab yang sangat amat pedih
Alloh ta'ala berfirman:
يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِٱلْحَيَاةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ ٱلْحَيَاةِ ٱلدُّنْيَا فِي ٱلآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ
إِلاَّ تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَاباً أَلِيماً وَيَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئاً وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:" Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. at-Taubah 38-39)
2. Termasuk dosa besar dan kefasiqan
Alloh ta'ala berfirman:
إِلاَّ تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَاباً أَلِيماً وَيَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئاً وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:" Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. at-taubah 39)
Dalam ayat 24dalam surat yang sama alloh berfirman:
Artinya:" Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
3. Membuka gerbang lebar-lebar kesyirikan, kedzoliman dan kejahatan orang-orang kafir
Alloh ta'ala berfirman:

ٱلَّذِينَ أُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلاَّ أَن يَقُولُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ وَلَوْلاَ دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسمُ ٱللَّهِ كَثِيراً وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya:" (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. al-hajj 40)
Dalam QS. al-Baqoroh 251 Alloh ta'a berfirman:" Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam."

Saudara pembaca yang budiman.. Di atas adalah beberapa nash Qur'an yang berkaitan tentang bahaya ketika seruan jihad di abaikan. Selanjutnya hadis Rosululloh  sholallohu alaihi wassalam yang berkaitan dengan hal ini sebagai berikut:
1. Dari Abu hurairoh rodhiallohu anhu dia berkata: Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: (( Barangsiapa yang belum pernah berperang dan juga tidak berniat untuk berperang maka ia mati diatas sebagian sfat nifaq.))  HR. Muslim No.4931 Ahmad No.8865 Abu dawud No.2502 dan an-nasai No.3097
2. Dari Abu umamah rodhiallohu anhu. dari Nabi sholallohu alaihi wassalam bersabda: ((Barangsiapa yang belum pernah jihad atau belum pernah mempersiapkan orang untuk berjihad atau menggantikan orang yang berjihad dalam menjaga keluarganya dengan baik maka Alloh akan menimpakan padanya bencana sebelum hari kiamat.)) HR. Abu dawud No.2503 dengan sanad yang shohih dan Syaikh al-bani berkata: hasan dalam shohih sunan ibu majah No.2231
3. Dari Abu bakar rodhiallohu anhu. Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: ((Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad melainkan Alloh akan menimpakan adzab kepada mereka.)) HR. at-Thobroni dengan sanad yang hasan
4. Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: ((Jika kalian telah melakukukan jual beli dengan cara inah. senantiasa memegang ekor sapi, rela dengan tanah garapan pertanian (yaitu senantiasa mendahulukan dunia atas kehidupan akherat - pent- ) dan meninggalkan jihad. Maka Alloh akan menimpakan kalian kehinaan yang tidak akan di cabut-Nya hingga kalian kembali menuju ajaran agama kalian.)) HR. abu dawud No.3462 dan hadis ini terdapat pula dalam silsilah as-shohihah Albaan No.11 dan beliau berkata: Hadis tersebut shohih karena banyak jalur periwayatan.

Saudara pembaca yang budiman..
Bagi seseorang yang tidak berjihad karena memang sedang berada dalam kondisi yang dibolehkan secara syar'i seperti sedang berada di wilayah aman tidak terjadi konflik perang, maka ia harus tetap menegakkan jihad yaitu: jihad dakwah.. terus bergerak mendakwahkan manhaj dan aqidah as-shohihah kepada ummat manusia, menuntun mereka meniti sirotol mustaqim. Jalan dakwah ini merupakan bagian dari jihad karena memang selaras dengan tujuan jihad perang, yaitu: mewujudkan maslahat diniyah dan maslahat umat. Alloh ta'ala berfirman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ للَّهِ فَإِنِ ٱنْتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى ٱلظَّالِمِينَ
Artinya: " Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim." (QS. al-Baqoroh 193)
Dakwah merupakan usaha pemurnian agama Alloh. penegakan tauhidulloh. pembelaan sunnah Rosululloh. Bahkan dalam perangpun harus mendakwahi terlebih dahulu sebelum penyerangan. Jalan damai dengan terus bergerak berdakwah harus ditempuh sampai benar-benar terbukti tidak ada jalan lagi kecuali perang agar jangan sampai terjadi pertumpahan darah seorang muslim. Alloh ta'ala berfirman:
Artinya:" Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidilharam dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan) nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih." (QS. al-Fath 24-25)
Perlu diketahui bahwa dakwah yang sesuai dengan kemurnian manhaj Rosululloh dan para shohabatnya adalah bagian dari jihad. Maka, sebenarnya tidak ada alasan bagi yang tidak ada udzur syar'i untuk meninggalkan jihad. karena ketika seseorang berada di wilayah aman berarti kewajiban jihadnya adalah berdakwah. dan jalan ini adalah bagian dari jihad yang manfaatnya akan dirasakan oleh ummat dan peneggakan kalimatulloh. Untuk meyakinkan bahwa dakwah adalah jihad. Mari kita perhatikan nash berikut:
Alloh ta'ala berfirman:
يٰأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَاهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَافِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
Artinya:" Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya." (QS. at-Taubah 73) Faidah dalam ayat ini diantaranya: berjihad melawan orang-orang munafid yaitu dengan dakwah sebagaimana yang dilakukan Rosulullloh sholallohu alaihi wassalam karena beliau tidak memerangi orang-orang munafiq yang di pimpin abdullog bin ubay bin salul -laknatulloh alaih-.
Dari Anas rodhiallohu anhu bahwa nabi sholallohu alaihi wassalam bersabda: " Berjihadlah melawan orang-orang kafir dengan harta, jiwa dan lisan-lisaaan kalian." (HR. Abu dawud No.2504 dengan sanad yang shohih daan dalam musnad imam Ahmad No.12246)
Syaikh al-mujahid Aby mus'ab az-zarqowi berkata: Jihad para pembela kebenaran melawan kebathilan memilikibentuk yang bermacam-macam dan model yang beragam. Terkadang melalui pena dan kata-kata. ini adalah jihad para pembela kebenaran untuk melawan orang-orang munafiq, sesat, dan para ahli bid'ah. cara ini dapat dilakukan dengan membongkar kebusukan mereka dan menjelaskan kebathilan mereka serta kepalsuan pendapat mereka.(Lihat: la yadzuruhum man khodzalahum Hal.23 versi terjemah terbitan kafayeh)
Syaikh al-mujahid yusuf bin sholeh al-uyairy berkata: Dan diantara cabang dari jihad dengan lisan adalah memberikan penjelasan tentang hakikat serangan kaum salib yang dilancarkan terhadap islam, membela mujahidin dan mempertahankan kehormatan mereka..setiap muslim wajib untuk berjihad dengan lisannya sesuai dengan kemampuannya.(Idad ala thoriqol jihad hal.110-111 versi terjemah terbitan kafayeh)
Dari ayat dan hadis di atas serta keterangan dua mujahid tapat dipahami bahwa dakwah merupakan bagian dari jihad. Maka wahai saudaraku.. ketika seorang muslim tidak berjihad perang, lalu iapun tidak bergerak untuk berdakwah  sesuai dengan kadar ilmu dan kemampuannya maka hakikatnya ia telah meninggalkan jihad. Adapun tentang kewajiban berdakwah ini akan saya tulis pada makalah khusus.

Saudara pembaca rohimakalloh..
Sungguh.. sangat disayangkan ada orang-orang yang tidak berjihad tapi justru mencaci maki para mujahidin yang teah meninggalkan dunia-nya demi penegakkan kalimatulloh. para pencaci mujahidin yang kerdil itu tidak sadar menjadi kepanjangan tangan orang-orang kafir dan thugut laknat, atau mungkin pura-pura tidak sadar , atau mungkin sudah buta hatinya akan jihad, atau mungkin juga mereka sangat goblog masalah jihad. Allohu a'lan dan Allohu mus ta'an.
Disadari atau tidak, mereka adalah para penoda ibadah jihad yang mulia ini sekalipun mulut mereka berbusa-busa mengatakan bahwa mereka para penyeru al-Qur'an dan as-Sunnah dan juga mencintai jihad karena perkataan dan tingkah lakunya sudah membuktikan bahwa mereka sebenarnya membenci jihad. Seharusnya bagi orang yang berjihad dengan dakwah memberi motivasi, dukungan kepada mujahidin serta menerangkan hukum-hukum islam serta tentang jihad yang sebenarnya bukan malah memakan bangkai mujahidin di halaqoh-halaqoh kajian kitab mereka. Semoga Alloh memberi petunjuk mereka..!!
Cukuplak bagi mereka firman Alloh ta'ala:" Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. al-Hujurot 12)
Ya Alloh.. Kami mengadukan kepada-Mu akan para penoda amal ibadah jihad yang kau syari'atkan dalam kitab-Mu dan dalam sunnah Rosul-Mu sholallohu alai wassalam..!

Akhirnya.. semoga tulisan yang sangat super sederhana ini merupakan bukti di sisi Alloh sebagai bentuk ikut serta dalam jihad menegakkan kalimatulloh walaupun hanya dengan tulisan. dan semoga pula bermanfaat bagi perindu bidadari surga dan hujjah bagi para pembenci jihad dan yang lalai akan jihad.

Ditulis oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc
Bogor 08 - 09 - 2010 M

9.01.2010

Keutamaan jihad dalam al-Qur'an dan as-Sunnah

Jihad adalah ibadah yang agung. Alloh ta'ala menjelaskan kedudukan jihad ini dalam banyak ayat-Nya dan begitu juga Rosululloh sholallohu alaihi assalam dalam banyak hadisnya. Hanya orang-orang kafir dan munafik yang membenci jihad fi sabilillah. Jihad adalah jalan mulia nan terpuji dalam membangun kehidupan berlandaskan islam. Dengan jihad, islam dan ummatnya akan memiliki izzah, mreintis khilafah islamiyyah, meraih kemenangan dan membalas kedzoliman musuh-musuh Alloh terhadap islam dan kaum muslimin.
Sedangkan meninggalkan jihad berarti membuka gerbang lebar-lebar penodaan tarhadap tauhid dan sunnah Rosul. Syirik, bid'ah, kemaksiatan akan terus berkembang dengan pesat meracuni ummat islam. Bahkan orang-orang kafir dan munafik akan semakin berani dan leluasa menindas islam dan kaum muslimin sampai-sampai darah kaum musliminpun seperti tidak ada nilainya. Hal ini sudah menjadi realita yang kita saksikan sekarang. Salah satu sebabnya adalah karena umat islam meninggalkan jihad fi sabilillah.

Alloh ta'ala dan Rosul-Nya sholallohu alaihi assalam telah mengabadikan kemuliaan jihad. karena jihad adalah bentng kemuliaan islam dan kaum muslimin. Ini bukti bahwa jihad adalah amal syar'i yang agung nan mulia lagi terpuji. Jihad bukanlah tindakan anarkis sebagaimana yang di gonggongkan oleh orang-orang kafir dan munafik ataupun para pembeo dan pemburu dolar dari orang-orang libral dan nasionalis. Keutamaan jihad tidak akan hangus oleh mulut-mulut musuh Alloh ini karena Alloh tleah mengabadikannya dalam al-Qur'an dan orang-orang yang jujur dengan keimanannya akan meneruskan jihad sampai hari kiamat.

Berikut ini bebarapa keutamaan jihad secara ringkas dari al-Qur'an. Semoga dapat menggugah para mujahidin yang ingin membela islam dan menruskan amal jihad yang mulia ini serta semoga ayat-ayat ini menyadarkan orang-orang yang membenci amal mulia ini:

1. Kedudukan yang menegakkan jihad tidaklah sama dengan yang tidak berjihad
Alloh ta'ala berfirman:
لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا . دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya:" Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut brepreang) tanpa mempunyai udzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Alloh dnegan harta dan jiwanya. Alloh melebihkan derajat orang-orang yang brjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut brprang tanpa halangan). Kepada masing-masing Alloh menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Aloh mlebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang dudek dengan pahala yang besar, (yaitu) bebrapa derajat dari padanya, serta ampunan dan rahmat, Alloh maha pengampun lagi maha penyayang". (QS. an-Nisa 95-96)
Dalam ayat lain Alloh ta'ala brfirman:
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ . الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ . يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ . خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya:" Apakah orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjidilharam kamu samakan dengan orang yang briman kepada Alloh dan hari kemudian serta brjihad di jalan Alloh? Mereka tidak sama disisi Alloh, Alloh tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang dzalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Robb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.". (QS. at-Taubah:19-22)

2. Jihad adalah perniagaan yang sangat menguntungkan yaitu: sleamat dari kobaran api neraka jahanam dan akan meraih kebahagiaan di surga.
Alloh ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ . تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ . وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ 
Artinya:"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan rosul nya dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Alloh mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di baawhnya sungai-sungai, dan ke tempat –tempat tinggal uang baik di dalam surge dan itulah kemnangan yang agung". (QS. as-Shoff 10-13)
Dalam ayat lain Alloh ta'ala brfrman:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:” Sesungguhnya Alloh membli dari orang-orng mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka, mereka berperang di jalan Alloh; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagian) janji yang benar dari Alloh di dalam taurat, injil dan al-Qu'ran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Alloh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung". (QS. at-Taubah:111)

3. Jihad merupakan amal ketaqwaan
Alloh ta'ala berfirman:
وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya:" …Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagiamana meraka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa Alloh beserta orang-orang yang brtakwa". (QS. at-Taubah:36) Dalam ayat ini Alloh mengatakakan bahwa ia bersama orang yang bertaqwa, yaitu: berperang melawan orang yang memarangi kaum muslimin.

4. Jihad adalah usaha pemurnian ibadah hanya kepada Alloh ta'ala
Alloh ta'ala berfirman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ
Artinya:" Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah (kesyirikan), dan agama hanya bagi Alloh semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan , kecuali terhadap orang-orang dzalim". (QS. al-Baqoroh: 193)
Dalam ayat lain yang smisal dngan di atas Alloh ta'ala brfrman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِير
Artinya:" Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi firnah (kesyirikan), dan agama hanya bagi Alloh semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Alloh maha mleihat apa yang mereka kerjakan". (QS.al-anfal: 39)

5. Orang yang berjihad adalah orang yang jujur keimanannya
Alloh ta'ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dnegan harta dan jiwanya di jalan Alloh, mereka itulah orang-orang yang benar." (QS. al-Hujurot 15) Dan hal ini terbukti sebagaimana dalam ayat yang lain Alloh brfirman ketika memuji shohabat Rosululloh:
وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ 
Artinya :" Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta brejihad di jalan Alloh dan orang-orang yang membri tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperoleh ampunan dan rizki yang mulia." (QS. al-anfal 74)
6. Mendapat rahmat dan ampunan Alloh ta'ala
Alloh ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya:" Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan brjihad di jalan Alloh, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Alloh. Alloh maha pengampun lagi maha penyayang." (QS. al-Baqoroh 218)
7. Orang yang mati di medan jihad tidak akan disia-siakan amalnya
Alloh ta'ala berfirman:
وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ . سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ . وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ
Artinya:" Dan orang-orang yang gugur di jalan Alloh maka Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Alloh akan membri petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan meraka. Dan memasukan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkannya kepada mereka." (QS. Muhammad 4-6)
8. Orang yang berjihad adalah orang yang cinta dan dicintai Alloh ta'ala.
Alloh ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa diantara kamu yang murtad (kleuar) dari agamanya maka kelak Alloh akan mendatangkan suatau kaum. Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Yang brjihad di jalan Alloh dan yang tidak takut celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh maha luas (pembrian-Nya) lagi maha mengetahui." (QS. almaidah 54)
Demikianlah kutamaan jihad dalam kitabulloh yang dijanjikan Alloh dan Dia tidak akan mngingkari janji-Nya.

Adapun keutmaan jihad dalam as-Sunnah sungguh sangat banyak sekali. Bahkan di setiap kitab-kitab hadis mencantumkan bab khusus tentang jihad. ini menunjukan bahwa jihad memiliki perhatian penting dan ulama-ulama yang berpegang teguh terhadap kitabulloh dan sunnah rosul juga sangat memprhatikannya.
Sebagian keutamaan jihad dalam as-sunnah sebagai berikut:

1. Tidak ada yang menyamai amalan jihad
وعنْ أبي هُريرةَ ، رضِي اللَّه عَنْهُ ، قال قِيلَ : يا رسُولَ اللَّهِ ، ما يَعْدِلُ الجِهَادَ في سَبيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ : « لا تَسْتَطيعُونَه ، » فأعادوا عليه مرتين أو ثلاثاً كل ذلك يقول : « لا تستطيعون ، » . ثُمَّ قال : « مثَل المجاهد في سبيل اللَّهِ كمثَل الصَّائمِ القَائمِ القَانِتِ بآياتِ اللَّهِ لا يَفْتُرُ : مِنْ صلاةٍ ، ولا صيامٍ ، حتى يَرجِعَ المجاهدُ في سبيل اللَّهِ » متفقٌ عليهِ . وهذا لفظُ مسلِمٍ .
وفي روايةِ البخاري ، أنَّ رجلا قَال : يا رسُولَ اللَّهِ دُلَّني عَلى عملٍ يَعْدِلُ الجهَادَ ؟ قال: « لا أجدهُ » ثُمَّ قال : « هل تَستَطِيعُ إذا خَرَجَ المُجاهِدُ أن تدخُلَ مَسجِدَك فتَقُومَ ولا تَفتُرَ ، وتَصُومَ ولا تُفطِرَ ؟ » فَقالَ : ومَنْ يستطِيعُ ذَلك ؟
Dari abu hurairoha rodhiallohu anhu dia berkata: " ditanyakan : "Wahai Rosululloh, apa yang menyamai pahala jihad di jalan Alloh? " beliau menjawab: "kalian tidak akan mampu" maka merekapun mengulang-ulangi pertanyaan itu kepada beliau sampai dua atau tiga kali, dan jawaban beliau tetap: "kalian tidak akan mampu" kemudian bersabda: "perumpamaan orang yang berjihad di jalan Alloh bagaikan orang yang treus berpuasa dan shalat malam, serta taat dengan membaca ayat-ayat Alloh, ia tidak pernah bosan dari puasa, juga shalat, sehingga sang mujahid (orang yang berjihad) di jalan Alloh kembali (pulang)." (HR. Bukhori No.2785 dan Muslim No.4885, dan ini adalah redaksi Muslim)
Dan dalam riwayat al-Bukhori: "sesungguhnya seorang lelaki bertanya: "Wahai Rosululloh  tunjukan kepadaku suatu amalan yang menyamai pahala jihad!" Beliau menjawab: "aku tidak menemukannya!" kemudian beliau bertanya: "apakah kamu mampu jika seorang mujahid keluar untuk jihad di jalan alloh, mampukan kamu masuk masjidmu kemudian kamu shalat tanpa lelah, dam kamu puasa tanpa berbuka?" make ia mnejawab: "siapa yang mampu melakukannya?!"

2. Jihad adalah amalan mulia lagi di cintai Alloh
عَنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنْهُ ، قال : سئِلَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَيُّ الأعمالِ أفْضَلُ ؟ قالَ : « إيمانٌ باللَّهِ ورَسولِهِ » قيل : ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ : « الجهادُ في سبِيلِ اللَّهِ » قِيل : ثُمَّ ماذا ؟ قال : « حَجٌّ مَبُرُورٌ » متفقٌ عليهِ
Dari abu hurairoh rodhiallohu anhu dia brkata: "Rosululoh sholallohu alaihi wassalam ditanya: "amalan apakah yang paling mulia?" Beliau menjawab: "Iman kepada Alloh dan Rosul-Nya" kemudian dteanya: "apa lagi?" beliau menjawab: "jihad dijalan Alloh." Ditanya: " kemudian apa lagi?" beliau mnejaab: "haji mabrur." (HR. Bukhori No.6 dan Muslim No.248)
عَنِ ابنِ مَسْعُودٍ ، رضي اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قُلْتُ يا رَسُول اللَّهِ ، أيُّ العَمَل أَحَبُّ إلى اللَّهِ تَعَالى ؟ قالَ : « الصَّلاةُ عَلى وَقْتِهَا » قُلْتُ : ثُمَّ أَي ؟ قَالَ : « بِرُّ الوَالدَيْنِ» قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ « الجِهَادُ في سَبيلِ اللَّهِ » . متفقٌ عليهِ
Dari ibnu mas'ud rodhiallohu anhu, dia berkata: " aku brtanya: "Wahai Rosululloh, amalan apakah yang paling dicinttai Alloh?" beliau menjawab: "sholat tepat pada waktunya." Aku bertanya: "lalu apa lagi?" belIu menjawab: "berbakti kepada orang tua," aku bertanya:"kemudian apalagi?" beliau menjaab "jihad di jalan Alloh." (HR.Bukhori No.527 dan Muslim No.252)
عنْ أبي ذَرٍّ ، رضي اللَّه عنهُ ، قَالَ : قُلْتُ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ العملِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : « الإيمَانُ بِاللَّهِ ، وَالجِهَادُ في سبِيلِهِ » . مُتفقٌ عليهِ .
Dari abu dzar rodhiallohu anhu, dia brkata: "Wahai Rosululloh, amalan apakah yang paling mulia?"beliau menjawab: "iman kepada Alloh dan jihad di jalan-Nya." (HR.Bukhori No.2518 dan Muslim No.252)
3. Shari dalam jihad lbiah baik dari dunia dan sisinya
عنْ أَنَسٍ ، رضي اللَّه عنهُ ، أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « لَغَدْوَةٌ في سبِيلِ اللَّهِ ، أوْ رَوْحَةٌ ، خَيْرٌ مِن الدُّنْيَا وَمَا فِيها » . متفقٌ عليهِ
Dari anas rodiallohu anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: "pergi berjihad pada (pagi) hari di jalan alloh -atau sore hari- adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya." (HR.Bukhori No.2792 dan Muslim No.4873)
عنْ سهل بنِ سعْدٍ ، رضي اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قَالَ : « رِباطٌ يَوْمٍ في سَبيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيا وما عَلَيْها ، ومَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنَ الجنَّةِ خَيْرٌ من الدُّنْيا وما عَلَيْها ، والرَّوْحةُ يرُوحُها العبْدُ في سَبيلِ اللَّهِ تَعالى ، أوِ الغَدْوَةُ ، خَيْرٌ مِنَ الدُّنْياَ وَما عَليْهَا » . متفقٌ عليه
Dari sahl ibn saad rodhiallohu anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: "jihad sehari di jalan Alloh adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya, dan tempat sleuas cambuk milik salah sorang kamu yang ada di surga adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya dan pergi sekali di sor ehari yang dilakukan sorang hamba di jalan Alloh, ataupun pergi di pagi hari, lebih baik dari pada dunia dan segala isinya." (HR.Bukhori No.2892 dan Muslim No.4874)
عَنْ سَلْمَانَ ، رضي اللَّه عَنهُ ، قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : «رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيرٌ مِنْ صِيامِ شَهْرٍ و قِيامِهِ ، وَإنْ ماتَ فيهِ أجري عليه عمَلُهُ الَّذي كان يَعْمَلُ ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزقُهُ ، وأمِنَ الفَتَّانَ » رواهُ مسلمٌ
Dari salman rodhiallohu anhu , dia berkata: "aku mendengar Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: "jihad sehari semalam, lebih baik dari pada puasa sebulan dan sholat malamnya, dan jika ia mati, maka amalnya yang pernah dilakukannya akan tetap mengalir, dan rizkinya akan tteap dilimpahkan kepadanya, dan ia akan selamat dari pembuat fitnah." (HR.Muslim No.4938)
4. Alloh persiapkan derajat khusus bagi yang berjihad
عَنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنْهُ ، أنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قالَ : « إنَّ في الجنَّةِ مائَةَ درجةٍ أعدَّهَا اللَّه للمُجَاهِدينَ في سبيلِ اللَّه ما بيْن الدَّرجَتَينِ كما بيْنَ السَّمَاءِ والأَرْضِ » . رواهُ البخاريُّ
Dari Abu hurairoh rodhiallohu anhu , sesungguhnya Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bresabda: "sesungguhnya dalam surga terdapat seratus derjat yang Alloh persiapkan untuk para mujahid di jalan Alloh dimana antara satu derajat dengan lainnya bagaikan apa yang ada diantara langit dan bumi." (HR.Bukhori No.2790)
عَنْ أبي هُرَيْرَةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قَالَ : قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يلجُ النًارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ حتَّى يعُودَ اللَّبَن في الضَّرعِ ، وَلاَ يَجْتَمِعُ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ في سبيل اللَّهِ ودخَان جهَنَّم » ، رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ
Dari abu hurairoh rodhiallohu anhu dia berkata:"Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda:"tidak akan masuk neraka, seorang yang menangis karnea takut kepada Alloh, hingga ada air susu yang kembali ke tempat asalnya (susu), dan tidak akan terkumpul debu pada diri seorang yang berjihad di jalan Alloh dengan asap api neraka jahannam." (HR.Tirmidzi No.1632 dan berkata: " hadirs hasan shahih.")
عن ابن عبَّاسٍ ، رضي اللَّه عَنْهُمَا ، قَالَ : سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ: «عيْنَانِ لا تَمسُّهُمَا النَّارُ : عيْنٌ بكَت مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ ، وعيْنٌ باتَت تحْرُسُ في سبِيلِ اللَّهِ». رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ
Dari ibnu abbas rodhiallohu anhu,dia berkata : " Aku amendngar Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: " Dua mata yang tak akan tersentuh oleh api neraka, mata yang menangis karna takut kepada Alloh, dan mata yang tidak tidur karena berjaga di jalan Alloh." (HR. Tirmidzi No.1639 dan berkata: hadits hasan)

Saudara pembaca rohimakalloh..
Adakah yang lebih menepati janji sleain Alloh? Sungguh tidak ada.!! Maka janji Alloh ini benar-benar akan terlaksana bagi orang-orang yang menyambutnya dengan amal bukan hanya angan-angan kosong. Rosululloh sholallohu alaihi wassalam dalam hidupnya selalu berjihad karena beliau sangat tahu akan kedudukan jihad di sisi Robb-Nya.
Alloh ta'ala dan Rosul-nya sholallohu alaihi wassalam telah memuliakan amal ini maka janganlah ragu. Dan jangan mau terpedaya dan tertipu oleh dunia dan bala tentara iblis yang mneghalangi jalan ini. Amal mulia ini tidak akan padam dengan gugurnya para mujahidin. Amal ini akan senantiasa berkibar sampai hari kiamat. Jalan ini hanya akan di titi orang-orang yang brjiwa besar bukan kerdil dan cinta dunia. Maka renungkanlah..!!

Kehinaan dan kenistaan menjadi satu kemestian yang harus di terima bagi mereeka yang meninggalkan jihad. Kedzoliman, penindasan terhadap orang-orang lemah baik laki-laki maupun perempuan akan terus terjadi di banyak negeri. Kehormatan wanita suci muslimah menjadi bahan santapan syahwat para biadab kafir dan munafiq. Para da'i sunnah akan menjadi bulan-bulanan intlejen kafir dan prajuritnya dari orang-orang munafiq yang bekerja untuk negara penjajah islam. Para aktifis bid'ah sesat pun akan slealu menebarkan kebodohannya dalam beribadah bahkan mereka selalu merekrut orang-orang yang lemah iman dan ilmunya.
Maka wahai saudaraku risalah singkat ini mudah-mudahan membuka hati hati tentang jihad dan ini mudah-mudahan sebagai bukti tanggung jawab penulis dalam menghidupkan amal ibadah jihad diantaranya dengan jihad melalui tulisan.

Ditulis oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc
Bogor 01 September 2010 M